Media Referensi Tentang Pelajaran Sekolah Dan Pengetahuan Umum

Breaking

Sunday, December 30, 2018

Mata Pelajaran Sejarah SD | Sejarah Kerajaan - Kerajaan Di Indonesia Bagian Kedua

Candi Singasari, pinterest

Artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya tentang Kerajaan - Kerajaan di Indonesia Bagian Kesatu. Untuk membacanya klik disini.

1. Kerajaan Singasari

Ada dua buah kitab yang memuat riwayat Ken Arok dan masa pemerintahannya yakni kitab Pararaton dan kitab Negarakertagama.
Raja - raja yang pernah memerintah di kerajaan Singasari antara lain :
  • KEN AROK, dia menjadi raja kerajaan Singasari setelah sebelumnya membunuh Tunggul Ametung pada tahun 1222 Masehi. Kemudian pada saat menjadi raja, Ken Arok bergelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi. Oleh karena itu kelak keturunannya mendapatkan sebutan wangsa Rajasa.
  • ANUSAPATI, Merupakan anak tiri dari Ken Arok. Anusapati adalah anak dari Ken Dedes dan Tuggul Ametung. Dia bisa menjadi raja setelah membunuh Ken Arok melalui tangan pengawalnya.
  • TOHJAYA, Adalah anak dari Ken Arok dan Ken Umang. Dia bisa menjadi raja setelah membunuh kakak tirinya yaitu Anusapati. Pada masa pemerintahannya timbul pemberontakan yang di dalangi oleh Ranggawuni ( Anak dari Anusapati ) dan  Mahesa Cempaka yang merupakan anak dari Mahesa Wongateleng ( Cucu dari Ken Arok ).
  • RANGGAWUNI, Dia bergelar Sri Jaya Wisnuwardhana dan memerintah pada tahun 1248 Masehi - 1268 Masehi. Selama memerintah Ranggawuni di temani oleh Mahesa Cempaka yang bergelar Narasinghamurti.
  • KERTANEGARA, Dia bergelar Sri Maharajadhiraja Sri Kertanegara dan memerintah pada tahun 1269 Masehi - 1292 Masehi. Kertanegara adalah raja dark Singasari yang paling terkenal. Pada masa pemerintahannya Kertanegara pernah mengirimkan pasukan dalam ekpedisi pamalayu pada tahun 1275 Masehi. Dalam ekpedisi tersebut dia berhasil menaklukkan kerajaan Bali, Pahang, Sunda, Bakulapura dan Gurun di Maluku. Dia juga mengadakan persahabatan dengan raja dari Campa yakni Jayasinghawarman. Tahun 1292 Masehi akhirnya kerajaan Singasari di taklukan oleh Jayakatwang dari Kediri.


2. Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit di dirikan oleh Raden Wijaya ( anak dari Lembu Tal atau cucu dari Mahisa Cempaka ). 


Daftar para raja yang pernah memerintah di kerajaan Majapahit pada masa lalu  antara lain :
  • RADEN WIJAYA, Dia bergelar Kertarajasa Jayawardhana dan memerintah pada tahun 1292 Masehi - 1309 Masehi. Raden Wijaya berhasil menjadi raja setelah memperdayai bala tentara kaisar Khubilai Khan yang datang ke tanah Jawa dan bermaksud untuk menghukum Kertanegara. Seperti di ketahui sebelumnya bahwa raja Kertanegara telah menolak untuk takluk di bawah kekuasaan kaisar khubilai Khan, dan akhirnya dia menghukum utusan Kaisar dengan cara memotong kupingnya. Atas penghinaan tersebut maka di kirimlah pasukan dalam jumlah yang sangat besar dengan maksud untuk menghukum raja Kertanegara. Namun di tanah jawa telah terjadi pergantian kekuasaan, yakni kertanegara telah di taklukkan oleh raja Jayakatwang dari Kediri. Kemudian Raden Wijaya memanfaatkan kedatangan tentara Mongol tersebut untuk menyerang dan menghancurkan kerajaan Kediri. Setelah kerajaan Kediri hancur dan dapat di kalahkan, Raden Wijaya kemudian menghancurkan tentara Mongol dengan di bantu oleh Arya Wiraraja dari Tuban. Raden Wijaya memperistri empat orang putri dari Kertanegara yakni : Tribhuwana Tunggadewi sebagai permaisuri, Gayatri, Narendraduhita dan Prajnaparamitra. Raden Wijaya meninggalkan tiga orang putra yakni : Jayanegara ( Dari Tribhuwana Tunggadewi ), Sri Gitarja ( Dari Gayatri ) kemudian akhirnya menjadi Bhre Kahuripan dan Dyah Wiyat ( Dari Gayatri ) yang kemudian menjadi Bhre Daha.
  • SRI JAYANEGARA, Dia menjadi raja setelah menggantikan kedudukan ayahnya yang wafat. Sri Jayanegara memerintah pada tahun 1309 Masehi - 1328 Masehi. Pada masa pemerintahannya timbul banyak pemberontakan di antaranya : Pemberontakan Ranggalawe dari Tuban, pemberontakan Lembu Sora tahun 1311Masehi, pemberontakan Nambi tahun 1316 Masehi dan pemberontakan Kuti pada tahun 1319 Masehi. Pada saat terjadinya pemberontakan Kuti ini ibukota kerajaan Majapahit berhasil di kuasai oleh Kuti. Hal tersebut memaksa Jayanegara mengungsi ke desa Badender dengan di kawal oleh 15 orang pengawal yang setia di bawah pimpinan Gajahmada. Atas usaha dari Gajahmada akhirnya ibukota kerajaan Majapahit berhasil di rebut kembali. Atas jasa - jasanya Gajahmada kemudian di angkat menjadi patih di Kahuripan dan kemudian di Kediri.
  • TRIBHUWANA TUNGGADEWI, Jayanegara wafat tanpa meninggalkan seorang putra. Kemudian secara otomatis yang berhak menjadi raja selanjutnya adalah Gayatri sebagai Ibunya. Namun karena Gayatri telah menjadi seorang bhiksuni ( pendeta agama budha ), maka kemudian di wakilkan kepada Sri Gitarja, Bhre Kahuripan  bergelar Tribuwanatunggadewi Jayawisnuwardhana. Dia memerintah pada tahun 1328 Masehi - 1350 Masehi. Pada masa pemerintahannya meletuslah pemberontakan Sadeng. Pemberontakan tersebut berhasil di padamkan oleh Gajah Mada. Atas jasanya kemudian Gajah Mada di angkat menjadi perdana menteri. Dan pada saat pelantikannya inilah dia mengucapkan sebuah sumpah yang sangat terkenal yakni Sumpah Palapa. Pada tahun 1350 Masehi Gayatri Wafat, maka kemudian Tribhuwana menyerahkan kekuasaannya kepada anaknya yakni Hayam Wuruk.
  • RAJASANEGARA, atau Hayam Wuruk naik tahta pada usia 16 tahun dan bergelar Rajasanegara. Hayam Wuruk adalah raja terbesar dan terkenal pada masa kerajaan Majapahit. Dengan di dampingi oleh Mahapatih Gajah Mada wilayah kekuasaan kerajaan Majapahit meliputi seluruh wilayah kepulauan Nusantara di tambah dengan Tumasek ( Singapura ) dan semenanjung Melayu. Pada masa itu terdapat tiga kitab yang merupakan karya sastra dari para Pujangga dan Empu kala itu.Tiga kitab tersebut adalah Negarakertagama karya Empu Prapanca dan Kitab Sutasoma atau Purusadashanta serta kitab Arjuna Wiwaha karya Empu Tantular. Pada tahun 1364 Masehi Mahapatih Gajah Mada wafat dan kedudukannya di gantikan oleh empat orang menteri. Kemudian pada tahun 1389 Masehi raja Hayam Wuruk juga wafat. 
  • WIKRAMAWARDHANA, Dia naik tahta menggantikan mertuanya yakni Hayam Wuruk. Itu karena Raja Hayam Wuruk hanya mempunyai seorang putri yakni KusumaWardhani yang menikah dengan Wikramawardhana. Pada masa pemerintahannya meletuslah perang paregreg antara Majapahit dengan Blambangan yang di pimpin oleh Bhre Wirabumi. Perang tersebut terjadi antara tahun 1401 Masehi - 1406 Masehi. Akhirnya Bhre Wirabumi gugur dalam perang tersebut. Wikramawardhana wafata pada tahun 1429 Masehi. Setelah kematiannya perlahan - lahan pengaruh kerajaan Majapahit semakin memudar karena satu persatu daerah kekuasaanya kemudian melepaskan diri.  Pada tahun 1478 Masehi raja Daha yang bernama Bhatara Prabu Girindrawardhana merebut kerajaan Majapahit setelah mengalahkan raja Kertabumi yang merupakan raja terakhir dari Majapahit. 

Sumber:pinterest

Demikian artikel tentang kerajaan - kerajaan di Nusantara bagian kedua. Semoga semakin menambah pengetahuan kita semua.

Bersambung dengan kerajaan Islam Nusantara..

No comments:

Post a Comment

Adbox