Iklan Billboard 970x250

Mata Pelajaran Sejarah SD | Sejarah Kerajaan -Kerajaan Di Indonesia Bagian kesatu

Mata Pelajaran Sejarah SD | Sejarah Kerajaan -Kerajaan Di Indonesia Bagian kesatu

Sumber:pinterest

Pada zaman dahulu, jauh sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdiri, di Indonesia atau Nusantara telah berdiri sejumlah kerajaan - kerajaan yang beberapa di antaranya bahkan terkenal di seluruh dunia.
Berikut ini adalah  rangkuman kerajaan - kerajaan di Indonesia pada masa lalu, yaitu :

1. Kerajaan Kutai Katanegara

Kerajaan Kutai Kartanegara adalah merupakan kerajaan Hindu dan tertua di Indonesia. Kerajaan Kutai Kartanegara terletak di tepi sungai Mahakam Kalimantan Timur, dan berdiri pada tahun 400 Masehi.
Nama Raja - raja yang pernah memerintah di kerajaan Kutai Kartanegara antara lain :
  • Kudungga (Merupakan raja pertama).
  • Asmawarman.
  • Mulawarman.
2. Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara adalah merupakan sebuah kerajaan Hindu yang berdiri pada sekitar tahun 450 Masehi. Kerajaan Tarumanegara terletak di Jawa Barat. Nama raja yang pernah memerintah di kerajaan tersebut adalah Purnawarman.

3. Kerajaan Kaling

Kerajaan Kaling berdiri pada tahun 674 Masehi di Jawa Tengah. Nama raja / ratu yang pernah memerintah di kerajaan Kaling adalah Ratu Sima. Nama Pendeta yang terkenal pada masa kerajaan Kaling adalah Jhanabhadra.

4. Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya adalah merupakan kerajaan Budha yang berdiri pada abad ke 7 (Tujuh) Masehi. Kerajaan Sriwijaya terletak di Sumatra Selatan. Nama - nama raja yang pernah memerintah di kerajaan Sriwijaya antara lain :
  • Sri Jayanaga.
  • Balaputradewa.
  • Sri Sangrawijayatunggawarman.
Sumber:pinterest

Nama salah seorang biksu agama Budha yang terkenal pada masa kerajaan Sriwijaya tersebut adalah Sakyakirti.
Penyebab keruntuhan dari kerajaan Sriwijaya adalah :
  • Serangan dari sebuah kerajaan yang berasal dari India dengan rajanya yang bernama Colamandala.
  • Mendapatkan penyerangan dari raja Kertanegara yang berasal dari kerajaan Singasari di Jawa Timur.
5. Kerajaan Melayu

Kerajaan Melayu berdiri pada masa yang hampir bersamaan dengan berdirinya kerajaan Sriwijaya. Namun pada tahun 692 Masehi kerajaan tersebut telah di taklukan dan menjadi bagian dari kerajaan Sriwijaya.

6. Kerajaan Mataram Hindu Kuno

Kerajaan Mataram Hindu terletak di Jawa Tengah dengan ibukota kerajaannya yaitu Medang Kemulan. Nama raja - raja yang pernah memerintah di kerajaan Mataram Hindu antara lain :
  • Sanna.
  • Sanjaya, bergelar Rakai Mataram Ratu Sanjaya.
  • Rakai Panangkaran, bergelar Syailendra Sri Maharaja Dyah Pancapana Rakai Panangkarana.
Setelah pemerintahan raja Panangkaran, kerajaan Mataram terpecah menjadi dua, yakni sebagian memeluk agama Budha dan sebagian memeluk agama Hindu. 
Syailendra Budha berkuasa dan memerintah di Jawa Tengah bagian selatan, sementara Syailendra Hindu berkuasa dan memerintah di sekitar pegunungan Dieng. Akhirnya pada masa pemerintahan raja Rakai Pikatan kerajaan Mataram berhasil di persatukan kembali.

Nama raja - raja selanjutnya yang memerintah di kerajaan Mataram Hindu antara lain :
Rakai Pikatan.
  • Balitung, bergelar Rakai Watukuro.
  • Daksa.
  • Tulodong.
  • Wawa.
  • Empu Sendok.
Pada masa pemerintahan Empu Sendok, pusat pemerintahan kerajaan Mataram di pindahkan ke Jawa Timur pada tahun 929 Masehi. Kemudian Empu Sendok membentuk Wangsa baru yaitu Wangsa Isyana.
Nama raja - raja yang memerintah antara lain :
  • Empu Sendok, bergelar Maharaja Rake Hino Sri Isyana Wikrama- Dharmotunggadewa.
  • Sri Isyanatunggawijaya.
  • Makutawangsawardhana.
  • Dharmawangsa, bergelar Sri DharmaWangsa Teguh Anantawikramatunggadewa.
  • Airlangga, bergelar Sri Maharaja Rake Halu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Anantawikramatunggadewa.
Kemudian pada tahun 1401 Masehi, Kerajaan di bagi menjadi dua bagian ( tugas pembagian ini di serahkan kepada Empu Bharada ) yakni :
  • Jenggala atau Singasari dengan ibukotanya di Kahuripan dengan rajanya yang bernama Mapanji Garasakan.
  • Panjalu atau Kediri dengan ibukotanya di Daha dengan rajanya yang bernama Sri Samarawijaya.
7. Kerajaan Kediri

Perebutan kekuasaan antara kerajaan Jenggala dan Kediri berlangsung sangat lama. 
Sumber:pinterest

Pada tahun 1117 Masehi kerajaan Kediri kembali muncul dengan raja - rajanya yang bernama :
  • Sri Maharaja Rakai Sirikan Sri Kameswara.
  • Jayabhaya, bergelar Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya. Pada masa pemerintahan raja Jayabhaya inilah kitab Baratayudha di gubah oleh Empu Sedah dan Empu Panuluh. Selain menggubah kitab Baratayudha Empu Panuluh juga menulis kitab Hariwangsa dan Gatutkacaraya.
  • Sri Aryeswara.
  • Kameswara, bergelar Sri Maharaja Sri Kameswara Triwikramawarata.
Prabu Jayabaya, Sumber:pinterest

Pujangga yang terkenal pada masa kerajaan Kediri antara lain :
  • Empu Tanakung, dengan kitabnya Werasancaya dan Lubdaka.
  • Empu Darmaja, dengan kitabnya Samaradhahana.
8. Kerajaan di Bali

8.1. Raja - raja dari wangsa Warmadewa

Wangsa Warmadewa adalah salah satu wangsa yang terkenal dan pernah memerintah di kerajaan - kerajaan yang berada di pulau Bali. 
Beberapa orang raja yang terkenal dari wangsa Warmadewa ini antara lain :
Sri Candrabhayasingka Warmadewa.
Udayana, Ia bergelar Dharmodayana Warmadewa.

Raja Udayana sendiri mempunyai tiga orang putra yakni :
Airlangga, yang menjadi menantu dari raja Dharmawangsa dan kemudian menjadi raja di Kahuripan.
Marataka, adalah putra mahkota yang menggantikan raja Udayana.
Anak Wungsu, Ia kemudian menggantikan kakaknya yakni Marataka pada tahun 1049 Masehi.

Dari pemerintahan anak Wungsu inilah terdapat peninggalan sejarah berupa prasasti singkat sebanyak 28 buah. Prasasti - prasasti tersebut di temukan antara lain di gua gajah, gunung kawi (Tampak Siring), gunung panulisan dan sangit.

Sumber:pinterest

8.2. Raja - raja lain yang pernah berkuasa di Bali

Setelah masa pemerintahan wangsa Warmadewa berakhir, pulau Bali di perintah oleh raja - raja yang silih berganti. Beberapa orang raja yang cukup terkenal antara lain :
Jayasakti, Ia mempunyai kitab Undang - undang yaitu Uttara Widdi Balawan dan Rajawacana.
Jayapangus, Ia menggunakan kitab Undang - undang Manawasasanadharma.

Setelah itu era kerajaan di pulau Bali berakhir karena kemudian di taklukan oleh raja Kertanegara dari Singasari.

Bersambung ke bagian kedua...

Baca Juga
SHARE
Pujakesuma
Hi, Nama Saya Pujakesuma, Seorang blogger yang menyukai dunia Blogging, Travelling, Membaca, Mancing dan Mendengarkan musik
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan Tengah Post